Info Ilmu Hukum
Sabtu, 02 Mar 2024
  • Pendaftaran Sidang Munaqosyah Mulai Tangal 27 Oktober 2022 Pekan Seni dan Olahraga Nasional I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri 2022 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

TIPS MENEMUKAN GAGASAN PENELITIAN HUKUM

Diterbitkan : - Kategori : Writing Course

Bagian paling mendasar dalam sebuah penelitian hukum adalah terdapatnya persoalan hukum yang menjadi latar belakang dilakukannya sebuah penelitian, untuk menentukan persoalan hukum ini peneliti diharuskan menguasai dan memiliki pengetahuan yang mendalam terkait dengan isu yang hendak di jadikan topik penelitian, selain itu seorang peneliti juga dituntut untuk memiliki kreativitas yang mumpuni untuk dapat menemukan sebuah persoalan hukum.

Adapun untuk mempermudah peneliti hukum menemukan topik dan persoalan hukum, berikut disampaikan sejumlah indikator yang dapat dijadikan pedoman bagi peneliti hukum untuk menentukan topik dan persoalan hukum, antara lain:

  1. Kebaruan (Novelty), adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Novelty ini sangat diperlukan, karena terkadang sebuah penelitian hanya merupakan pengulangan dari penelitian sebelumnya. Penelitian  semacam ini kurang menarik dan dangkal. Penelitian tersebut kurang memberikan metode pemecahan masalah yang baru. Akhirnya penelitian tersebut sulit diterapkan dan menjadi penghias perpustakaan. Pada hal seharusnya hasil penelitian ini harus memberikan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang di hadapi. Melihat masalah dengan sudut pandang yang berbeda akan memperkaya pengetahuan dan menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya
  2. Reseach GAP, adalah fenomena di mana terdapat kesenjangan hasil dalam penelitian akibat dari adanya bagian yang terlewatkan saat proses analisis. Secara umum, hal tersebut bisa terjadi apabila ada konsep baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya. Reseach GAP ini dapat ditemukan oleh peneliti setelah melakukan proses literatur review terhadap sejumlah hasil penelitian dalam topik yang sama, selanjutnya peneliti membandingkannya dan menentukan celah posisi penelitian untuk mengisi ruang kosong dari penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain.
  3. Das sollen dan Das sein, adalah pendekatan riset yang didasarkan kepada konsep kesenjangan antara das sollen dan das sein.  Das sollen adalah apa yang seharusnya hukum sebagai fakta hukum yang diungkapkan para ahli hukum dalam tataran teoritik (law in the books); sedangkan (das sein) lebih kepada hukum sebagai fakta (yang senyatanya), yaitu hukum yang hidup berkembang dan berproses di masyarakat (law in action).

Demikian artikel singkat ini disampaikan, semoga bermanfaat.

Kontributor:

Elan Jaelani (Scopus ID 57215717989)

Referensi:

Berbagai sumber

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar