SEKILAS INFO
: - Jumat, 14-12-2018
  • 8 bulan yang lalu / Tim debat Ilmu Hukum UIN SGD Bandung berhasil meraih Juara II dalam debat MPR RI 2018 Terkait
SEMINAR SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI

[Ilmuhukum.uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum UIN SGD Bandung menggelar seminar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang bertempat di Aula Fakultas Syariah dan Hukum pada, Sabtu (17/11/2018).

“Ritme politik sangat cepat semenjak pasca orde baru, sehingga keberadaan empat pilar ini sedikit terpinggirkan pada saat itu, hal ini baru disadari oleh para elit politik, berangkat dari kesadaran tersebut maka akhirnya terbentuklah 4 konsensus bernegara yang kita ketahui saat ini” ulas Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si. dalam pidato pembukaannya. Beliau selaku Wakil Dekan II mewakili Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum yang berhalangan hadir membuka acara seminar sosialisasi secara resmi.

Acara tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan seni budaya tari dari Gerakan Teater Ilmu Hukum (GETIH) di sela pembukaan. Kemudian kegiatan diskusi dipandu oleh alumni Ilmu Hukum M. Alwi Khoiri R, S.H.

Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes. atau yang lebih akrab disapa Bunda Eni sebagai perwakilan anggota MPR RI yang menjadi Keynote Speaker dalam sosialisasi tersebut. Dalam pemaparan materi, Bunda Eni menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya, maka jangan biarkan Indonesia ini berubah menjadi bangsa yang biadab.

“Kita semua tahu sifat milenial yang serba-serbi, banyak melakukan hal-hal baru, sehingga jika tidak ada resistensi atau daya tahan maka nilai-nilai kebudayaan yang selama ini kita pertahankan akan terdegradasi. Anak bangsa harus mempunyai jati diri, harus mempunyai karakter,” paparnya.

Bunda Eni menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau mengatakan “Keliru jika mengatakan aku Indonesia, aku Pancasila. Karena seharusnya aku adalah Bangsa Indonesia yang mengamalkan Pancasila. Pancasila sebagai suatu falsafah bernegara yang telah finish, tidak perlu diperdebatkan lagi mengenai isinya. Pancasila tinggal diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Hal senada disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Dr. H. Utang Rosidin, S.H., M.H. yang dalam kesempatan kali ini menjadi pemateri, menyampaikan betapa pentingnya Bhineka Tunggal Ika bagi Indonesia. Indonesia sebagai bangsa besar dengan berbagai bentuk keragamannya, dimulai dari bahasa, suku, agama, ras, budaya memerlukan suatu bentuk pemersatu. Sehingga tak salah dalam Pancasila terdapat persatuan Indonesia. “Semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu, selama ini telah dianggap menjadi wadah bagi keberagaman masyarakat Indonesia. Mereka dapat hidup berdampingan satu sama lain. Sehingga dengan begitu banyaknya perbedaan tersebut tidak menjadikan bangsa Indonesia terpecah belah akan tetapi menciptakan suatu bentuk persatuan yang indah,” pungkasnya.

Kagiatan sosialisasi diakhiri dengan pemberian cendramata kepada pemateri sebagai bentuk ucapan terimakasih atas kesediaanya memberikan pemahaman terkait pentingnya empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tak lupa, harapan datang dari Irfan Maulana sebagai ketua HMJ Ilmu Hukum Periode 2018-2019. “Ini sebuah momen yang sangat berharga, ada suatu kebanggan tersendiri, semoga kegiatan ini menjadi kebaikan dan banyak makna yang dapat kita peroleh,” ucapnya saat ditemui oleh Tim Web Jurusan Ilmu Hukum.

(Ray Irawan/Khairul Umam)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: