Info Ilmu Hukum
Sabtu, 02 Mar 2024
  • Pendaftaran Sidang Munaqosyah Mulai Tangal 27 Oktober 2022 Pekan Seni dan Olahraga Nasional I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri 2022 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Mengenal “IMRAD” dalam Penulisan Artikel Ilmiah

Diterbitkan : - Kategori : Writing Course

Secara umum sistematika penulisan artikel ilmiah terdiri dari beberapa bagian penting yang perlu untuk diketahui dan dicermati, tentunya dengan harapan agar artikel ilmiah yang kita tulis sesuai dengan standar dan dapat diterima dan terbit di jurnal yang di inginkan. dalam dunia kepenulisan artikel ilmiah untuk memudahkan penyusunan sebuah artikel ilmiah, dikenal dengan akronim IMRAD, IMRAD sendiri merupakan kependekan dari Introduction, Method, Result, and Discussion

Metode IMRAD ini merupakan teknik penyusunan yang paling banyak digunakan oleh para penulis dan tidak jarang menjadi template populer disejumlah jurnal bereputasi nasional ataupun global. sehingga tidak jarang metode IMRAD ini menjadi salah satu syarat penting untuk dipenuhui oleh sebuah artikel jika ingin diterima dan terbit di jurnal berputasi.

Berikut adalah penjelasan rinci terkait metode penulisan artikel ilmiah menggunakan IMRAD.

INTRODUCTION (PENDAHULUAN)

Pada bagian pendahuluan biasanya terdiri dari sejumlah paragraf yang mengandung informasi penting terkait latar belakang penelitian, rumusan masalah dan tujuan dilakukannya sebuah penelitian. selain ketiga aspek penting tadi, tidak kalah penting juga bagi seorang peneliti untuk menyampaikan secara baik dan menarik terkait keunikan penelitian, tinjauan hasil penelitian sejenis (literatur reviwe), dan juga keaslian penelitian (research gap).

METHODE (METODE PENELITIAN)

sesuai dengan namanya, pada bagian ini akan dijelaskan secara mendetail mengenai metode penelitian yang akan digunakan. Yakni meliputi subjek penelitian, variabel penelitian, teknik pengolahan data, dan juga menjelaskan mengenai instrumen yang digunakan dalam kegiatan penelitian. 

Tidak terlupa pula, pada bagian ini penulis perlu menyampaikan mengenai bagaimana proses analisa atau teknik analisis data yang digunakan. Data disini tentu saja dimaksudkan untuk menyebut data hasil penelitian, yang kemudian dianalisis oleh penulis. 

HASIL PENELITIAN

Pada bagian ini terdiri dari informasi mengenai pemaparan data yang telah ditemukan peneliti selama melakukan penelitian, baik data yang ditemukan di lapangan, ataupun data lain melalui kepustakaan. Untuk mempermudah dan menyederhanakan sajian informasi data, biasanya seorang penelit menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, maupun gambar ataupun berupa coding dari hasil transkripsi sebuah wawancara.

PEMBAHASAN (DISKUSI HASIL PENELITIAN)

Untuk jenis riset dengan paradigma penelitian positivistik (kauntitatif) pada pagian ini biasanya berupa penyampaian arugementasi dari peneliti agar hasil penelitian sesuai dengan hipotesis awal. Hasil pembahasan tentu disesuaikan dengan jenis penelitian, Selain itu ditambahkan pula mengenai kajian teori penelitian yang sekiranya memang relevan, memaparkan hasil penelitian orang lain atau dari peneliti sebelumnya sebagai pembanding, dan juga mencantumkan pendapat orang lain namun dengan memakai bahasa sendiri. 

PENUTUP

Sesuai dengan namanya, bagian kesimpulan ini akan menyimpulkan hasil penelitian yang dilakukan. Sekaligus memaparkan apakah hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis, dan apakah memang menjadi jawaban atas rumusan masalah yang disusun di bab awal. 

Pada bagian penutup ini, sorang peneliti diusahakan tidak hanya menyampaikan kesimpulan riset berupa jawaban pokok terhadap pertanyaan masalah yang disampaikan di latar belakang, tetapi menyampaikan juga implikasi serta kontribusi hasil penelitian baik secara teori atapun praktis.

REFERENCE (DAFTAR PUSTAKA)

Pada bagian daftar pusataka, seorang peneliti wajib menyesuaikan dengan gaya pengutipan yang diadopsi oleh sebuah jurnal, dan pada umumnya untuk gaya pengutipan yang di adopsi oleh jurnal-jurnal berputasi, sebagian besar menggunakan gaya penulisan kutipan sistem APA (Association Psychological Association). Baca di sini, untuk penjelasan lebih detil.

Sumber: berbagai sumber

Program Studi Ilmu Hukum UIN SGD Bandung

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar