SEKILAS INFO
: - Selasa, 19-11-2019
  • 1 hari yang lalu / Tim Debat Ilmu Hukum UIN SGD Bandung berhasil meraih Juara I  Lomba Debat Hukum Nasional yang diselenggarakan oleh Tirtayasa Law Debate Community (De`Recht) Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • 1 bulan yang lalu / Selamat dan Sukses atas dilantiknya Ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Hukum Periode 2019-2023, Dr. H. Utang Rosidin, S.H., M.H. dan Muhammad Kholid, S.H, M.H.
Mengenal Advokat Acong Latif Alumni Ilmu Hukum Yang Sukses Berkarir Sebagai Pengacara Di Kancah Nasional

[Ilmuhukum.uinsgd.ac.id] Hampir kebanyakan orang menganggap puncak kesuksesan tertinggi terletak ketika sudah memiliki gelimang materi yang tidak habis-habis. Terlebih bagi kehidupan pengacara (advokat), kesuksesan karir dalam profesinya terletak ketika memenangkan perkaranya di pengadilan. Tetapi, bagi Acong Latif, kesuksesan tertinggi berada ketika dia bisa memberikan manfa’at terhadap orang lain.

“Bagi saya kesuksesan itu adalah ketika saya bisa bermanfaat kepada orang lain”; ujarnya kepada tim redaksi Ilmuhukum.uinsgd.ac.id. pada, Selasa (18/12/2018)

Acong latif menambahkan kesuksesan itu bukan apa yang sudah dicapai, tetapi kesuksesan itu adalah sebuah proses untuk mencapai apa yang kita perbuat.

Sebagai pengacara yang tergolong sukses, tentu saja perjalanan Acong Latif telah melalui perjalanan panjang dan berliku. Dengan latar belakang aktivis, Acong sapaan akrabnya telah memberikan pelajaran berharga bagi profesinya sebagai Advokat.

Begitupun semangat juang yang mendarah daging sebagai tokoh muda yang berdarah Madura, Acong Latif terlahir sebagai tokoh muda bangsa yang penuh dedikasi, kharismatik, berani, dan tidak pernah gentar menghadapi lawan-lawannya dalam penanganan kasus apapun atau permasalahan bangsa.

Terlahir di lingkungan pesantren Miftahul Ulum Al-Bashrowi Sampang Madura, dan mondok di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen Pamekasan, salah satu pesantren besar di Jawa Timur benar-benar mendidik Acong Latif menjadi pribadi yang kokoh dengan prinsip keislamannya. Putra pasangan Kyai Ali Baidhowi dan Nyai Rofi’ah, sosok ayah yang menjadi figur dan panutannya semenjak kecil. Sosok ayah yang tegas dan berprinsip mengalir ke darah Acong Latif. Demikian juga sosok ibunya yang lembut dan penuh kasih sayang juga mengalir ke darah Acong Semenjak kecil, ajaran dan didikan pesantren melalui ayah dan ibunya selalu menjadi prinsip hidup hingga saat ini.

Semasa studi Ilmu Hukum di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Acong Latif sudah dikenal oleh teman-teman sejawatnya sebagai pribadi yang tegas, disiplin dan bertanggung jawab. Dunia aktivis kampus juga memberikan pelajaran berharga bagi Acong Latif. Tidak heran, jika selama kuliah Acong Latif diberi kepercayaan sebagai pemimpin di beberapa organisasi yang digelutinya. Pada tahun 2008 misalnya, Acong Latif terpilih secara demokratis sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Selama menjabat sebagai Ketua BEM pada tahun 2008-2009, Acong Latif dikenal sebagai pemimpin yang loyal, tidak jaim, dan tentu saja bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Sosok yang dikenal sebagai aktivis kampus, Acong Latif juga aktif di beberapa organisasi lainnya. Seperti di Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI). Sebagai aktivis berdarah Madura, Acong Latif bersama-sama teman rantaunya yang berasal dari Madura mendirikan dan membesarkan Organisasi Kedaerahan (ORDA) yang diberi nama Komunitas Mahasiswa Madura (KMM). Bagi Acong Latif, KMM adalah keluarga besar yang dijadikan tempat berkumpulnya para mahasiswa rantau dari Madura Jawa timur. Pada tahun 2007-2009 Acong Latif dipercayai sebagai Ketua KMM.

Karir di organisasi Acong Latif tidak hanya berhenti di situ saja, tahun 2010-2011, Acong Latif terpilih sebagai Ketua Dewan Pemuda Intelektual Jawa Barat, salah satu organisasi pemuda yang tersebar di seluruh kabupaten-kota di Jawa Barat. Di tahun yang sama, Acong Latif juga dipercaya sebagai Ketua Nasional Santri Modern Indonesia. Menjadi wakil santri dalam skala nasional, Acong Latif banyak memberikan masukan terhadap pemerintah terkait lembaga pendidikan pesantren di Indonesia. Termasuk program bantuan ke madrasah di pesantren pada saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Acong Latif di tahun 2011-2012 dalam Forum Kajian Hukum dan Agama (FORKA), dikukuhkan sebagai ketua di forum tersebut. Sesuai dengan kajian studinya, di FORKA, Acong Latif beserta teman-teman seorganisasinya melakukan kajian-kajian yang hasilnya ditulis dalam sebuah rekomendasi-rekomendasi terhadap pemerintah baik daerah maupun pusat.

Bagi Acong, melihat banyak kejadian-kejadian berkedok “jihad” karena memang minimnya perhatian pemerintah dalam memberantas gerakan-gerakan radikalisme di Indonesia. Begitupun dengan banyaknya kejadian konflik agama, ras dan lain sebagainya menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinan Acong di Forum Kajian Hukum dan Agama (FORKA).

Awal-awal menjadi advokat, karir organisasi dan keterlibatan Acong terus menanjak. Acong terlibat aktif di beberapa organisasi dan gerakan-gerakan nyata dalam ikut serta membangun bangsa Indonesia. Di tahun 2012-2014, Acong dipercaya sebagai Ketua Umum gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GPPB).

Meniti Karir Menjadi Advokat.

Berprofesi sebagai penegak hukum tentu saja menjadi bagian dari proses untuk ikut serta membangun bangsa Indonesia yang berkeadaban. Acong menganggap, proses penegakan hukum di Indonesia masih banyak yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan bangsa ini. Memilih menjadi penegak hukum dalam profesinya sebagai advokat, tentu bukan hal yang mudah bagi Acong untuk tetap sesuai dengan prinsip dan idealismenya. Hanya saja, Acong tidak bisa hanya berada di luar sistem, dalam arti ikut serta menjadi bagian dari proses penegakan hukum di Indonesia. Dari sinilah, Acong menganggap penting untuk masuk ke dalam sistem proses penegakan hukum.

Awalnya, dalam meniti karir menjadi advokat, Acong Latif sudah bisa dibilang kenyang pengalaman di dunia penegakan hukum. Sebelum membuka kantor sendiri, Acong pernah belajar di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri Bandung. Di samping itu juga tergabung di banyak Lembaga Bantuan Hukum (LBH), misalnya di LBH LDR, dan LBH Taruna Runci. Acong juga pernah belajar di M & Rekan yang dipimpin oleh Advokat Ghamal Muadi. Termasuk dalam mendukung profesinya sebagai advokat, Acong Latif juga mengikuti berbagai pelatihan non formal di bidangnya, seperti Pelatihan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh PERADI dan KAI, pelatihan Legal Drafting yang diselenggarakan oleh The Bond of Senate Of Asian Law Students di Malaysia, dan beberapa pelatihan non formal lainnya.

Dunia aktivis bagi Acong Latif tidak akan pernah selesai, di lingkungan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Acong menjabat sebagai wakil ketua DPD Jawa Barat. Sedangkan di LBH HAMI sendiri pernah menjabat sebagai Ketua. Pula hingga saat ini masih dipercaya sebagai ketua Dewan Pembina Aliansi Muda dan Masyarakat Muslim Indonesia dan Pelindung Di Selebriti Anti Narkoba Indonesia (SANI) serta Ketua VII Ikatan Alumni UIN Bandung yang mebawahi Bidang Hukum dan HAM dan Bidang Advokasi.

Dalam aktivitas profesinya sebagai advokat, melalui kantor hukum Acong Latif & Partners Law Firm yang dipimpinnya langsung, seringkali menangani kasus-kasus yang berskala lokal maupun nasional. Beberapa kasus penting yang pernah ditanganinya, meliputi kasus Aceng Fikri, mantan Bupati Garut, Acong Latif dipercaya sebagai salah satu kuasa hukumnya. Tidak terlepas mantan Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad yang pernah terjerat kasus tindak pidana korupsi (tipikor), Acong Latif dijadikan salah satu kuasa hukum dalam penanganan kasus tipikor mantan Walikota Bekasi tersebut, dan pernah membebaskan Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri Zainal Musthofa, terpidana kasus korupsi di Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung. Penanganan kasus lainnya, beberapa tahun terakhir Acong Latif juga dipercaya sebagai salah satu kuasa hukum PT INALUM (Persero), kaitannya dengan kasus pajak. Sebelum PT INALUM (Persero), Acong Latif juga pernah menangani kasus Telkomsel (Persero), PT Padi Hijau, PT Angkasa Swarya, PT. Garuda Pratama Perkasa, PT. Telehouse Engineering, dan beberapa kasus lainnya.

Tidak hanya perkara perusahaan saja, Acong Latif juga pernah menjadi pengacara politik, salah satunya tim pengacara Jokowi-Jk pada Pilpres 2014, ketua tim pengacara Laskar Jokowi 2014, wakil ketua tim pengacara pemenangan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat 2018, dan pengacara Nico Siahaan untuk mengawal Pileg 2019.

Tak salah, Acong Latif dinobatkan sebagai Pengacara Muda Terbaik di Indonesia oleh Aliansi Muda dan Mahasiswa Indonesia (AMMI). Proses panjang Acong Latif sudah dilaluinya dengan prinsip dan idealismenya, kesuksesan yang dicapainya saat ini adalah buah dari apa yang telah dilaluinya sebagai pengacara muda idealis, berprinsip, dan kharismatik. Acong Latif, adalah tokoh muda yang dimiliki bangsa ini, yang bisa dijadikan figur bagi generasi muda.

Lawyer muda Acong Latif saat ini menjabat sebagai Direktur di Acong Latif & Partners Law Firm, Direktur di ARB Law Firm, Managing Partners di Universal Law Office, Komisaris di PT. Garuda Pratama Perkasa. “Kami melayani konsultasi gratis terutama bagi masyarakat tidak mampu,” pungkasnya.

Untuk sekadar diketahui, masyarakat yang ingin konsultasi bisa mengakses melalui web atau email berikut: Web/situs : www.aconglatif.com, E-mail. : aconglatif@lawyer.com, dan IG. : aconglatif.

(Khairul Umam)

TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: